Teranara – Militer menjadi unsur penting dalam menjaga pertahanan, kedaulatan, dan keamanan suatu negara dari ancaman pihak asing.
Biasanya militer terdiri dari tiga matra, yaitu darat, laut, dan udara, serta memiliki persenjataan dengan kemampuan berbeda di masing-masing matra.
Hampir semua negara di dunia memiliki militer dan berlomba-lomba memperlihatkan kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mereka.
Karena itu, keberadaan pasukan militer kerap dianggap sebagai elemen yang tidak terpisahkan dari sebuah negara.
Meski begitu, ada sejumlah negara yang justru memilih untuk tidak memiliki pasukan militer.
Melansir laman Yahoo Finance, penelitian The Åland Islands Peace Institute menyebutkan terdapat berbagai alasan suatu negara tidak memiliki pasukan militer. Salah satunya adalah ukuran wilayah yang kecil atau keterbatasan sumber daya manusia.
Namun, bukan berarti negara yang tidak memiliki pasukan militer ini tidak berdaya. Beberapa negara justru memperoleh perlindungan dari negara lain melalui perjanjian pertahanan khusus.
Lalu, negara apa saja yang tidak mempunyai militer? Berikut informasi yang telah dirangkum Teranara dari berbagai sumber.
- Kosta Rika
Konstitusi negara di kawasan Amerika Tengah ini melarang pemerintah untuk memiliki militer sejak 1949. Keputusan tersebut diambil setelah perang saudara yang terjadi pada 1948.
Saat ini, Kosta Rika dikenal sebagai lokasi berdirinya University for Peace yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Untuk menjaga keamanan, Kosta Rika memiliki unit kepolisian khusus yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri.
- Liechtenstein
Negara kecil di kawasan Eropa ini membubarkan militernya pada 1868 karena alasan finansial. Secara hukum, pembentukan militer dimungkinkan dalam kondisi perang, tetapi hingga kini hal tersebut tidak pernah terjadi.
Keamanan dalam negeri ditangani oleh kepolisian, sementara dalam kondisi darurat, Liechtenstein dapat mengandalkan dukungan dari negara tetangga seperti Swiss dan Austria.
- Samoa
Samoa menyatakan kemerdekaannya dari Selandia Baru pada 1962. Sejak saat itu, negara ini tidak memiliki pasukan militer.
Dalam hal pertahanan, Samoa memiliki kerja sama dengan Selandia Baru yang dapat memberikan dukungan apabila diperlukan.
Negara kepulauan ini terletak di bagian barat Kepulauan Samoa, di Samudera Pasifik.
- Andorra
Negara kecil di Eropa ini berdiri sejak 1278 dan tidak memiliki angkatan bersenjata reguler.
Terletak di Pegunungan Pyrenees, Andorra mengandalkan Prancis dan Spanyol untuk pertahanan eksternal. Negara ini memiliki unit sukarelawan berskala kecil yang bersifat seremonial.
Luas wilayahnya sekitar 468 kilometer persegi, lebih kecil dibandingkan Jakarta yang memiliki luas sekitar 661,5 kilometer persegi.
- Tuvalu
Tuvalu merupakan negara kepulauan di Samudera Pasifik dengan luas sekitar 26 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 10.000 jiwa.
Negara anggota Persemakmuran (Commonwealth) ini berbentuk monarki parlementer dan tidak memiliki angkatan bersenjata.
- Vatikan
Negara yang terletak di dalam Kota Roma, Italia, ini merupakan negara terkecil di dunia dengan luas sekitar 0,44 kilometer persegi dan populasi sekitar 800 orang.
Untuk menjaga keamanan, Vatikan memiliki Garda Swiss yang bertugas secara seremonial dan pengamanan internal. Sementara itu, dalam praktiknya, keamanan eksternal banyak didukung oleh Italia.
- Nauru
Negara pulau di Samudera Pasifik ini memiliki luas sekitar 21 kilometer persegi dengan populasi sekitar 10.000 orang. Nauru termasuk dalam wilayah Mikronesia.
Dalam urusan pertahanan, Nauru menjalin kerja sama dengan Australia melalui perjanjian bilateral.
- Islandia
Islandia merupakan satu-satunya anggota NATO yang tidak memiliki angkatan bersenjata tetap.
Negara Nordik ini mengandalkan kerja sama pertahanan dengan negara-negara anggota NATO, termasuk Amerika Serikat, Norwegia, dan Denmark.
Meskipun tidak memiliki angkatan bersenjata tetap, negara-negara tersebut tetap mampu menjaga stabilitas keamanan nasional melalui diplomasi, aliansi internasional, serta penguatan institusi kepolisian.
Keputusan untuk tidak memiliki militer menunjukkan bahwa strategi keamanan setiap negara dapat berbeda, tergantung pada kondisi geografis, sejarah, dan hubungan diplomatik yand dimiliki.
Sumber:
- cnbcindonesia.com – “Daftar 10 Negara yang Tidak memiliki Tentara” – (03 Juni 2025)
- tempo.co – “7 Daftar Negara yang Tidak Punya Tentara, Salah Satunya Panama” – (20 Mei 2024)
- dw.com – “8 Negara yang Tidak Punya Militer” – (15 Oktober 2015)

