5 Fakta Menarik tentang Benua Antartika, Wilayah Terdingin di Bumi

Teranara – Bumi memiliki dua wilayah kutub, yakni Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Kutub Utara (Arktik) terletak di Samudra Arktik dan dikelilingi oleh Benua Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Sementara itu, Kutub Selatan berada di Benua Antartika yang dikelilingi oleh Samudra Selatan.

Benua Antartika merupakan wilayah terdingin di Bumi dengan luas sekitar 14 juta kilometer persegi yang hampir seluruhnya tertutup lapisan es tebal.

Suhu di Antartika dapat mencapai antara -60°C hingga -80°C pada musim dingin. Dengan suhu ekstrem tersebut, para peneliti maupun wisatawan yang berkunjung harus mengenakan pakaian khusus yang sangat tebal untuk melindungi tubuh dari hipotermia.

Selain dikenal sebagai wilayah terdingin, Antartika juga menjadi habitat hewan khas seperti penguin, yang mampu bertahan hidup di lingkungan bersuhu sangat rendah.

Dilansir dari laman Aurora Expeditions pada 19 Februari 2026, berikut lima fakta menarik tentang Antartika:

  1. Menyimpan Sebagian Besar Air Tawar Dunia

Sekitar 60–70 persen cadangan air tawar dunia terkunci di dalam lapisan es Antartika. Lapisan es ini merupakan yang terbesar di bumi dan mencakup wilayah seluas kurang lebih 14 juta km².

Pada titik terdalamnya, ketebalan es di Antartika dapat mencapai sekitar 4,5 kilometer, atau hampir setengah dari ketinggian Gunung Everest. Jika seluruh lapisan es tersebut mencair, permukaan laut global diperkirakan dapat naik hingga sekitar 60 meter.

  1. Antartika adalah Sebuah Gurun

Meskipun identik dengan es dan salju, Antartika secara teknis dikategorikan sebagai gurun. Hal ini karena wilayah tersebut menerima curah hujan yang sangat rendah.

Rata-rata curah hujan tahunan di Antartika hanya sekitar 10 milimeter. Minimnya presipitasi inilah yang menjadikan Antartika sebagai gurun kutub terbesar di dunia.

Karena curah hujan yang sangat sedikit, proses pembentukan dan penebalan lapisan es berlangsung sangat lambat dan membutuhkan jutaan tahun.

  1. Tidak Memiliki Zona Waktu Resmi

Di Antartika, garis-garis bujur yang menentukan pembagian zona waktu dunia bertemu di satu titik. Oleh karena itu, tidak ada satu zona waktu resmi yang berlaku untuk seluruh wilayah Antartika.

Pada musim panas, sebagian wilayah mengalami siang hari selama hampir 24 jam. Sebaliknya, pada musim dingin, wilayah tersebut dapat mengalami malam panjang yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Para ilmuwan yang bekerja di Antartika biasanya mengikuti zona waktu negara asal atau negara yang mengelola stasiun penelitian mereka.

  1. Memiliki Gunung Berapi Aktif

Antartika memiliki gunung berapi aktif, salah satunya adalah Gunung Erebus yang terletak di Pulau Ross. Gunung ini terkenal dengan danau lava permanennya serta fenomena fumarol es yang unik.

Selain itu, terdapat Pulau Deception yang merupakan kaldera vulkanik aktif di Kepulauan Shetland Selatan. Pulau ini sering menjadi tujuan kunjungan dalam ekspedisi wisata ke Semenanjung Antartika.

  1. Fenomena Air Terjun Darah

Pada tahun 1911, peneliti menemukan fenomena unik di Gletser Taylor, Antartika Timur. Air berwarna merah mengalir dari dalam gletser, menciptakan pemandangan yang menyerupai darah.

Selama bertahun-tahun, fenomena ini menjadi misteri. Namun pada 2017, para ilmuwan menjelaskan bahwa warna merah tersebut berasal dari air danau subglasial yang mengandung zat besi tinggi.

Ketika air kaya zat besi itu bersentuhan dengan oksigen, terjadi proses oksidasi yang menghasilkan warna merah menyerupai darah. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai Blood Falls atau Air Terjun Darah.

Dengan kondisi alam yang ekstrem dan fenomena unik yang dimilikinya, Antartika menjadi salah satu wilayah paling menarik untuk diteliti sekaligus dijaga kelestariannya.

Sumber:
aurora-expeditions.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *